
BEGADANG adalah kebiasaan tidak tidur di malam hari atau tidur larut malam, biasanya lewat tengah malam hingga dini hari.
Dalam bahasa medis, begadang termasuk bentuk dari gangguan pola tidur yang disebut "sleep deprivation" atau kurang tidur.
1. Kelelahan dan Lesu di Siang Hari
Kurang tidur membuat tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk pulih, menyebabkan rasa lelah, lemas, dan penurunan energi.
2. Penurunan Konsentrasi dan Daya Ingat
Begadang bisa mengganggu fungsi otak, menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, dan lambat merespons.
3. Emosi Tidak Stabil
Kurang tidur memengaruhi produksi hormon, membuat perempuan lebih mudah cemas, marah, stres, dan bahkan depresi.
4. Menurunnya Sistem Imun
Kurang tidur menurunkan produksi antibodi, membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti flu, infeksi, dan gangguan lambung.
5. Gangguan Hormon
Begadang mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, yang berperan penting dalam siklus menstruasi dan kesuburan.
6. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Tidur yang terganggu bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur, lebih sakit, atau bahkan tidak datang sama sekali.
7. Masalah Kesuburan
Kurang tidur kronis dapat menurunkan kesuburan akibat ketidakseimbangan hormon reproduksi.
8. Wajah Kusam dan Timbul Jerawat
Begadang mempercepat produksi minyak dan radikal bebas, memicu kulit kusam, mata panda, dan jerawat.
9. Rambut Rontok
Kurang tidur dapat menyebabkan stres fisik dan hormon tidak seimbang, yang berdampak pada kerontokan rambut.
10. Penuaan Dini
Tidur malam adalah waktu regenerasi sel. Begadang menghambat proses ini, mempercepat kerutan, garis halus, dan penuaan dini.
11. Berat Badan Naik
Begadang menyebabkan peningkatan hormon lapar dan penurunan hormon kenyang, membuat nafsu makan meningkat, terutama terhadap makanan tinggi lemak dan gula.
12. Risiko Penyakit Jantung
Begadang secara rutin meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi.
13. Gangguan Metabolisme dan Diabetes
Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme glukosa dan menyebabkan resistensi insulin, yang memicu diabetes tipe 2.
Untuk mengatasinya, baiknya tetapkan jadwal tidur yang konsisten, hindari kopi atau teh setelah jam 5 sore, jauhkan gadget 30 menit sebelum tidur, rutin berolahraga pagi atau siang, serta ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang. (Z-4)