AS Tuntut TKDN Dihapus, Indef: Waspadai Risiko Keran Impor!

1 month ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Waspadai Risiko Keran Impor! Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(ANTARA/Xinhua )

KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengingatkan risiko pencabutan syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dapat membuka keran impor tanpa imbal balik.

Menurutnya, kebijakan tersebut logis jika segera dikonversi menjadi alat dorong (leverage) untuk mempercepat industrialisasi. Bukan, merugikan industri dalam negeri.

“Kebijakan ini masuk akal jika segera dikonversi menjadi leverage industrialisasi, bukan cek kosong yang membuka keran impor tanpa imbal balik nilai tambah domestik,” tegas Rizal kepada Media Indonesia, Rabu (23/7).

Rizal menyoroti dalam kesepakatan dagang terbaru, Indonesia memang memperoleh keuntungan berupa penurunan ancaman tarif dari Amerika Serikat menjadi 19% serta peluang ekspor yang lebih pasti. Namun, sebagai imbalannya, Indonesia menghapus lebih dari 99% tarif dan berbagai hambatan nontarif, termasuk persyaratan local content (TKDN) bagi produk asal AS.

Ia menekankan, tanpa adanya arsitektur offset atau mekanisme imbal balik, seperti pembangunan pabrik, program pengembangan pemasok lokal, transfer teknologi, dan aturan ketat asal barang untuk mencegah masuknya konten dari negara ketiga, industri komponen nasional mulai dari baja, pipa, otomotif/EV, hingga alat kesehatan berisiko tersingkir sebelum sempat naik kelas.

Rizal kemudian menduga pemerintah telah mulai memberi sinyal fleksibilitas dalam kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), ditandai dengan penurunan ambang batas TKDN dalam pengadaan barang dan jasa dari 40% menjadi 25%.

Melihat arah tersebut, Rizal mendorong agar Indonesia segera beralih dari pendekatan kuota yang kaku ke model performance-based localization. Dalam model ini, insentif fiskal dan preferensi pengadaan pemerintah tidak lagi sekadar didasarkan pada angka TKDN formal, tetapi harus dikaitkan langsung dengan realisasi investasi industri, kandungan rekayasa dan teknologi lokal, serta penyerapan tenaga kerja nasional.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya diterapkan time-bound review (evaluasi berkala dalam batas waktu tertentu) dan mekanisme safeguard (pengamanan).

"Hal ini untuk mengantisipasi potensi lonjakan impor sebagai konsekuensi dari pelonggaran aturan," ucap ekonom Indef itu.

Dengan desain kebijakan seperti itu, menurut Rizal, liberalisasi TKDN justru dapat menjadi katalis peningkatan daya saing industri nasional, alih-alih menjadi jalan menuju deindustrialisasi dini. (Ins/I-1)

Read Entire Article