BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,9 Persen

1 month ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Tangkapan layar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keputusan menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 yang digelar secara daring, Rabu (21/5/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 menjadi 2,9 persen. Proyeksi tersebut seiring dengan kondisi ketidakpastian ekonomi global yang kembali meningkat paskapengumuman kebijakan tarif efektif resiprokal AS ke beberapa negara maju dan berkembang.

“Kebijakan kenaikan tarif resiprokal AS yang direncanakan berlaku mulai 1 Agustus 2025 diperkirakan akan memperlemah prospek pertumbuhan ekonomi dunia khususnya di negara maju,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Juli 2025 yang digelar secara daring, Rabu (16/7/2025). 

Perry menerangkan, pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun, di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara tersebut. 

Adapun, kinerja ekonomi China juga diperkirakan belum kuat, di tengah berbagai strategi diferensiasi ekspor maupun kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh otoritasnya. Sementara itu, BI menilai kinerja perekonomian India diperkirakan tetap baik, didukung oleh permintaan domestik yang kuat. 

“BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 ini masih belum kuat sekitar 3 persen, dan dengan kecenderungan 2,9 persen,” ungkapnya. 

Perry menyebut, tekanan inflasi AS masih menurun, sehingga mendorong tetap kuatnya ekspektasi arah penurunan Fed Fund Rate (FFR) ke depan. Sementara itu, pergerseran aliran modal keluar dari AS ke Eropa dan negara berkembang, serta komoditas yang dianggap aman seperti emas terus berlanjut, sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya perkembangan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju dan mata uang negara berkembang. 

“Ke depan, kewaspadaan serta respons dan koordinasi kebijakan yang lebih kuat diperlukan guna memitigasi dampak negatif dari ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global yang masih tinggi, serta menjaga ketahanan esketernal menjaga stabilitas mata uang dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” jelasnya.

Read Entire Article