
Setelah menyelesaikan kontraknya bersama FC Ryukyu Ladies—klub sepak bola wanita divisi empat Jepang—Helsya Maeisyaroh belum ingin berhenti menjajal tantangan di luar negeri. Gelandang Timnas Wanita Indonesia itu kini punya target baru yang ingin ia wujudkan musim depan: bermain di Liga Thailand.
Bagi Helsya, bermain di luar negeri bukan sekadar mengejar pengalaman dan jam terbang, tapi juga mengasah kemampuan dan mengenal gaya bermain yang berbeda. Meski sempat sukses membantu FC Ryukyu promosi dari divisi lima ke divisi empat, pemain asal Bekasi itu merasa permainannya masih banyak yang perlu ditingkatkan.
“Kalau ada rezeki sih, mungkin aku ngerasa diri aku, permainan aku di Jepang masih agak kurang, ya. Jadi aku sih pengin main di Asia (Tenggara) dulu aja,” ungkap Helsya saat dijumpai kumparanBOLANITA di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/6).
Bukan tanpa alasan Helsya memilih fokus di Asia Tenggara. Sebab, beberapa negara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, hingga Thailand kini memang sedang berkembang sepak bola wanitanya dan punya kompetisi yang rutin.
Namun dari semua pilihan itu, Thailand yang paling ingin dia tuju. Ia mengaku sedang benar-benar menargetkan untuk bermain di sana pada musim depan.
Ada banyak faktor yang membuat Negeri Gajah Putih itu menarik bagi Helsya. Salah satunya adalah stabilitas liga yang sudah berjalan rutin dari tahun ke tahun. Bagi pemain muda seperti Helsya, kestabilan kompetisi sangat penting untuk menjaga ritme dan progres permainan.
“Karena menurut aku, Thailand itu nggak jauh beda sama Indonesia. Mungkin yang ngebedain Indonesia sama Thailand itu karena Thailand liganya selalu jalan. Dan di sana itu mungkin lebih jelas ya struktur sepak bola wanitanya daripada di sini,” ujar Helsya.

Selain itu, faktor cuaca dan lingkungan juga menjadi pertimbangan. Setelah sempat merasakan dinginnya Jepang, Helsya ingin tempat yang lebih familiar.
“Aku ngincar Thailand pun karena cuacanya dan negaranya hampir sama kayak kita (Indonesia) kan. Kalau aku ke Jepang atau ke Korea, agak susah. Nggak terlalu kuat dingin,” tuturnya sambil tertawa.
Menariknya, bukan cuma Helsya yang mengincar Liga Thailand. Rekannya di Timnas Wanita Indonesia, Vivi Oktavia Riski, juga sedang menjalani trial di BGC College of Asian Scholar, klub juara Liga Thailand musim 2025, sejak awal Juli.
BGC College of Asian Scholar bukan klub sembarangan. Mereka pernah menjuarai AFC Women’s Club Championship - East Region pada 2022 lalu.
Jika Vivi lolos trial, ia akan menjadi pesepak bola wanita pertama yang merumput di Liga Thailand. Hal ini bisa membuka peluang bagi pemain Indonesia yang lain, termasuk Helsya, untuk bermain di sana.