
Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh dalam beraktivitas tanpa kelelahan berlebih. Maka dari itu, diperlukan pengukuran. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani di lapangan?
Pasalnya, terdapat serangkaian tes pengukuran yang dilakukan. Apabila hendak melakukan pengukuran kebugaran, sebaiknya tagu apa saja yang akan diukur.
Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan pada Pelaksanaan Pengukuran Kebugaran Jasmani di Lapangan dengan Benar?

Dikutip dari buku Model Permainan Bagi Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar oleh Sepriadi, S.Si., M.Pd. (2023) kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepada seseorang dari kerja yang digunakan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan berlebih.
Untuk mengetahui apakah seseorang dalam keadaan bugar, ia bisa melakukan serangkaian tes pengukuran daya tahan tubuh. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani di lapangan? Ini penjelasannya.
1. Tes Kekuatan dan Daya Tahan Otot
Tes kekuatan dan daya tahan otot untuk mengukur kekuatan maksimal seseorang jika diberikan ke otot dalam jangka waktu tertentu. Contoh pengukurannya di lapangan adalah
Push-up
Usia Pria Wanita
25 44 39
35 40 30
45 35 25
55 30 21
65 24 12
Sit-up
Usia Pria Wanita
25 28 20
35 21 19
45 16 14
55 12 10
65 11 10
2. Tes Daya Tahan Jantung dan Paru-Paru
Tes ini digunakan untuk mengukur efektivitas jantung dan paru-paru dalam bekerja untuk memasok energi dan oksigen selama beraktivitas. Contoh tes daya tahan jantung dan paru-paru di lapangan adalah:
Tes lari sejauh 2,4 km untuk orang dewasa atau 1,2 km untuk anak-anak.
Berlari selama 12 menit tanpa henti.
3. Tes Kelenturan
Tes kelenturan berfungsi untuk mengetahui keseimbangan postur dan kestabilan organ gerak. Cara mengukurnya di lapangan bisa menggunakan zipper test atau tes fleksibilitas bahu, yakni;
Berdiri tegak dengan kaki terbuka selebar pinggul;
Letakkan telapak tangan kanan di belakang leher dan telapak kanan kiri di belakang punggung;
Usahakan kedua tangan saling menjangkau atau setidaknya bersentuhan dan hitung jarak keduanya.
4. Tes Kelincahan
Tes selanjutnya berupa tes kelincahan untuk mengukur kemampuan tubuh dalam mengubah arah secara cepat tanpa kehilangan keseimbangan. Caranya adalah:
Shuttle run dengan cara berlari sejauh 5 meter secara bolak-balik semampunya dalam satu waktu.
Tes pliometrik berupa melompat dan bergerak untuk meningkatkan refleks pada pergelangan kaki.
5. Tes Kecepatan
Tes yang satu ini bertujuan untuk mengukur kecepatan dalam suatu gerakan pada waktu singkat. Contoh tesnya di lapangan berupa lari sprint mulai dari 50 meter, 100 meter, 200 meter, sampai 400 meter.
Baca Juga: Manfaat Memiliki Tingkat Kebugaran Jasmani yang Baik bagi Seseorang
Sekarang sudah tahu jawaban dari pertanyaan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani di lapangan, bukan? Jawabannya adalah tes kekuatan dan daya tahan otot, tes daya tahan jantung dan paru-paru, tes kelenturan, tes kelincahan, dan tes kecepatan. (MZM)