Komdigi Kaji Usulan untuk Batasi Fitur Call dan Video WhatsApp

1 month ago 19
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Muhammad Fikrie/kumparanLogo Komdigi. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerima usulan dari industri telekomunikasi untuk melakukan pembatasan pada fitur call dan video call di aplikasi WhatsApp dan sejumlah aplikasi Voice over Internet Protocol (VoIP) lainnya.

Wayan Toni Supriyanto, Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, menyatakan bahwa pihaknya akan selalu mempelajari dan mengkaji setiap usulan yang masuk. Namun, terkait dengan pembatasan fitur call dan video WhatsApp, pihaknya belum mengambil rencana apapun untuk hal tersebut.

Kami belum ada rencana apapun untuk hal tersebut berkenaan dengan berita di atas, karena kami menerima usulan dari asosiasi sebelumnya. Kami akan mengkaji atas usulan yang ada. - Wayan Toni Supriyanto, Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi -

Isu pembatasan layanan call dan video call di WhatsApp dan aplikasi VoIP lain, sejatinya adalah isu industri telekomunikasi global yang mengharapkan level playing field setara antara Telecommunications Service Provider (TSP) dengan pemain Over The Top (OTT) Komunikasi, guna memastikan persaingan yang adil dan sehat dalam memberikan layanan komunikasi berkualitas ke konsumen.

Layanan kirim pesan, panggilan suara, maupun panggilan video, baik yang disediakan oleh TSP maupun OTT Komunikasi, beroperasi pada lapisan yang sama, memanfaatkan jaringan infrastruktur telekomunikasi.

TSP dan OTT Komunikasi menyediakan layanan komunikasi yang serupa kepada populasi dan geografi yang sama, termasuk di Indonesia, hanya saja itu direkayasa pada lapisan aplikasi. Oleh karenanya, mereka beroperasi pada situasi yang sama. Para ahli di industri telekomunikasi menilai, seharusnya TSP dan OTT Komunikasi dianggap dan diperlakukan setara.

 Abid Raihan/kumparanDirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto. Foto: Abid Raihan/kumparan

TSP Diikat oleh Regulasi, OTT Komunikasi Tak Terikat Regulasi

TSP selama ini diikat secara ketat oleh regulasi, sementara OTT Komunikasi tidak diikat regulasi. OTT Komunikasi selama ini juga bebas menggunakan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Industri telekomunikasi berharap, pemerintah Indonesia dapat membuat regulasi yang tegas bagi WhatsApp dan pemain OTT Komunikasi lain, untuk juga berkontribusi pada negara RI, dengan cara mengikat secara regulasi.

Mayoritas TSP adalah perusahaan RI yang tunduk pada regulasi perpajakan, komitmen investasi, ketenagakerjaan, dan lainnya. TSP mengeluarkan belanja modal yang besar untuk membangun, memelihara, dan upgrade infrastruktur jaringan secara rutin, untuk memberikan layanan berkualitas dan merata.

Sementara, OTT Komunikasi terbebas dari sejumlah kewajiban yang dibebankan pada TSP. Ini termasuk pembayaran BHP Frekuensi, komitmen USO (Universal Service Obligation), mengelola sumber daya penomoran, sampai berinvestasi besar dalam membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi. OTT Komunikasi menikmati semua hak istimewa dalam memberikan layanan yang sama, tanpa harus menanggung kewajiban regulasi, kewajiban keamanan, investasi, atau persyaratan jaringan apa pun. Pelaku industri telekomunikasi, menilai, hal ini merusak persaingan yang sehat di pasar antara TSP dan OTT Komunikasi.

Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), menyampaikan harapan agar TSP di Indonesia tidak hanya menjadi pihak yang membangun pipa untuk jalur koneksi internet saja, tetapi mereka tidak menikmati hasil dari jalur pipa yang telah mereka bangun itu.

ATSI juga berharap, TSP dan OTT Komunikasi di Indonesia mendapatkan perlakuan setara untuk menyediakan Quality of Service (QoS) yang lebih baik untuk konsumen.

"Kami tidak pengin penyelenggara telekomunikasi itu cuma membangun pipa saja, tetapi tidak mendapatkan hak untuk revenue. Kami berharap bisa ada kerja sama, dan upaya peningkatan kualitas yang lebih baik untuk masyarakat di Indonesia," ujar Marwan, kepada kumparanTECH.

Read Entire Article