Pameran 100 Tahun Oey Soe Tjoen, Menelusuri Warisan Tiga Generasi Batik Legendaris

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pameran memperingati 100 tahun batik legendaris Oey Soe Tjoen (OST) akan digelar di Galeri Emiria Soenassa Taman Ismail Marzuki pada 25 Juli hingga 3 Agustus 2025. Bertajuk "Keteguhan Hati Merawat Warisan", pameran ini menampilkan instalasi batik lintas tiga generasi dari keluarga OST.

Batik OST diproduksi pertama kali pada 1925 oleh Oey Soe Tjoen dan dikenal sebagai batik tulis halus berkualitas tinggi yang proses pembuatannya bisa memakan waktu tiga tahun lebih. Meski namanya tak banyak dikenal publik luas, batik ini telah mendunia bahkan pernah dilelang di balai lelang internasional Christie's serta dipamerkan di sejumlah museum di Amerika Serikat, Belanda, dan Singapura.

Ketua pameran sekaligus perwakilan dari Sahabat Oey Soe Tjoen, Damiana Widowati, mengatakan tema pameran ini terinspirasi dari keteguhan hati generasi ketiga pewaris OST, Widia Widjaja, dalam merawat dan menghidupkan kembali kain-kain batik warisan leluhurnya. "Merawat warisan bukan hanya menyimpannya di lemari, tapi terus menghidupkannya agar tidak mati," kata Damiana dalam konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Perajin batik generasi ketiga sekaligus pemilik Oey Soe Tjoen, Widianti Widjaja, mengatakan kain-kain yang akan ditampilkan dalam pameran ini mencerminkan evolusi batik OST dari masa ke masa. Generasi pertama menampilkan latar polos, motif bunga kecil, dan corak khas Jawa; generasi kedua mempertahankan pakem tersebut, sementara dirinya sebagai generasi ketiga mulai mengeksplorasi motif Hokokai dan kontemporer.

"Jadi pameran ini seperti dibawa ke lorong waktu, karena nanti akan melihat bagaimana perjalanan kain batik Oey sejak generasi pertama sampai generasi ketiga," kata dia.

Beberapa kain yang dipamerkan merupakan pinjaman dari para kolektor, terutama dari generasi awal yang berusia nyaris satu abad. Karenanya untuk menjaga keamanan dan pelestarian kain, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi sebelum masuk ruang pamer.

Tiga kain utama atau centre piece karya Widia juga akan dipamerkan. Tiga kain itu menggambarkan sosok perempuan yang berpengaruh dalam hidup Widia, yakni Batik Bunda Maria, Dewi Kuan Im, dan Ratu Kidul.

"Bagi saya, pameran 100 tahun ini adalah sebuah cerita perjalanan sekaligus perayaan. Batik Tulis Halus adalah seni yang nyaris punah. Keindahannya bukan hanya pada corak, tapi pada prosesnya rumit, sabar, dan tekun," kata dia. Pameran ini tidak dipungut biaya masuk. Namun demikian, pengunjung yang ingin hadir diperkenankan untuk registrasi terlebih dahulu di link yang dapat diakses di Instagram resmi Rumah Batik Oey Soe Tjoen.

Read Entire Article