Tanggapi Vonis Tom Lembong soal Ekonomi Kapitalis, Kejagung: Jika tak Puas Bisa Banding

1 month ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Jika tak Puas Bisa Banding Kepala Puspenkum Kejagung Anang Supriatna .(Metrotvnews/Candra Yuri Nuralam)

KEPALA Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna, merespons pernyataan koalisi masyarakat sipil terkait vonis Tom Lembong yang dinilai tidak masuk akal karena menjalankan kebijakan dengan pendekatan ekonomi kapitalis.

Anang mengatakan bahwa pihaknya menghargai setiap kritik dari berbagai pihak terkait putusan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa berbagai pertimbangan majelis hakim serta vonis yang dijatuhkan sudah sesuai dengan proses persidangan. 

“Kita ini negara hukum, perkara ini sudah disidangkan dan diuji di tingkat pertama di mana dilaksanakan secara adil, transparan, sesuai dengan prinsip-prinsip HAM,” katanya kepada Media Indonesia, Selasa (22/7). 

Lebih lanjut, Kejagung menuturkan jika ada pihak-pihak yang tak puas dengan hasil putusan terhadap Tom Lembong, negara menyediakan jalur hukum banding. Ia juga menegaskan bahwa banding merupakan hak terdakwa dan Kejagung tak mempersoalkan hal itu.

“Ya kita hormati dan jika dirasa putusan tidak puas atau tidak sependapat, bisa mengajukan upaya hukum banding atau kasasi nantinya,” jelasnya. 

Di samping itu, Anang menjelaskan jika upaya banding ditempuh, jaksa penuntut umum mempunyai waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding. Ia juga menyebut jaksa siap banding jika kuasa hukum mengajukan banding.

“Tim jaksa penuntut umum mempunyai waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap apakah menerima putusan atau upaya hukum banding. Apabila tim JPU menyatakan upaya hukum banding, maka tim JPU harus membuat memori banding,” ucapnya. 

Lebih jauh, jika jaksa menyatakan banding dan penasihat hukum (PH) terdakwa banding, maka jaksa akan membuat memori banding dan membuat kontra memori banding terhadap memori banding penasehat hukum terdakwa.

“Sedangkan terhadap sikap PH dan terdakwa melakukan upaya hukum banding, maka JPU harus membuat kontra memori banding,” pungkasnya. 

Sebelumnya, penasihat hukum Tom Lembong, Ari Yusuf Amir, mengatakan bahwa kliennya akan mengajukan banding ke PT (pengadilan tinggi) pada hari ini. “Kami akan mengajukan banding hari Selasa. Dihukum satu hari saja, Pak Tom akan banding,” ujar Ari.

Menurut Ari, salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait dengan vonis Tom Lembong ialah tentang tidak adanya mens rea. la berpendapat tidak dipakainya pertimbangan tentang mens rea secara detail menunjukkan kejanggalan, kegamangan, dan keraguan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan. 

Karena itu, apabila menimbang asas in dubio pro reo, sudah seharusnya Tom Lembong dibebaskan. “Pertimbangan majelis pun menggambarkan potential loss, dengan mempertimbangkan profit yang seharusnya didapatkan oleh BUMN atau PT PPI,” katanya. 

Majelis hakim sebelumnya menjatuhkan hukuman penjara selama 4,5 tahun serta denda sebesar Rp750 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti (subsider) dengan pidana kurungan selama 6 bulan. (Dev/P-2) 

Read Entire Article