Tersangka Baru di Kasus Sritex: Peran Pejabat Bank Diungkap

1 month ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Peran Pejabat Bank Diungkap Buruh di Sritex Group, Jawa Tengah.(Antara)

KASUS dugaan korupsi terkait pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) terus berkembang. Kejaksaan Agung kini membeberkan keterlibatan tujuh pejabat dari tiga bank, yakni PT Bank BJB, PT Bank DKI, dan Bank Jateng, yang diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam proses persetujuan kredit kepada perusahaan tekstil tersebut.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, menjelaskan bahwa para tersangka dinilai melanggar prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan. Dalam konferensi pers Selasa (22/7) dini hari, Nurcahyo menyebut mereka telah mengabaikan berbagai indikator risiko yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam analisis kredit.

Dua pejabat PT Bank DKI, yakni BFW (Babay Farid Wazadi) dan PS (Pramono Sigit), disebut sebagai pihak yang memiliki otoritas dalam memutus kredit melalui Komite A2 untuk nominal Rp75 miliar hingga Rp150 miliar. 

"Selaku direksi Komite A2 (Kewenangan kredit Rp75miliar-Rp150 miliar) tidak mempertimbangkan adanya kewajiban medium term note (MTN) PT Sritex pada BRI yang akan jatuh tempo,” ucap Nurcahyo.

Penyidik juga menilai tersangka lalai menyesuaikan keputusan mereka dengan norma perbankan.

Selain itu, keputusan mereka memberikan kredit hanya dengan jaminan umum tanpa benda fisik dinilai tak sebanding dengan profil risiko Sritex, yang saat itu tidak tergolong sebagai debitur utama.

Dari Bank BJB, tersangka YR (Yuddy Renaldi), yang menjabat sebagai Direktur Utama hingga Maret 2025, diketahui memutuskan untuk menambah plafon kredit kepada Sritex hingga Rp350 miliar. Keputusan ini diambil meskipun ia mengetahui dalam rapat komite kredit pengusul MAK, disampaikan bahwa PT Sritex dalam laporan keuangannya tidak mencantumkan kredit existing sebesar Rp200 miliar.

Tersangka lainnya, BR (Benny Riswandi), yang menduduki posisi Senior Executive Vice President di periode yang sama, juga dinilai lalai karena mengabaikan prinsip 5C dalam analisis kredit serta tidak mengevaluasi akurasi laporan keuangan yang dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Pejabat Bank Jateng juga tak luput dari sorotan. SP (Suprayitno) dan PJ (Pujiono), sebagai pengambil keputusan dalam pemberian kredit modal kerja rantai pasok (SCF) kepada Sritex, tidak membentuk komite yang semestinya sesuai prosedur internal bank. Mereka juga menyetujui pengajuan kredit meskipun laporan keuangan menunjukkan kewajiban Sritex melebihi aset yang dimiliki.

Keduanya juga menandatangani MAK berdasarkan laporan keuangan audited 2016–2018 yang tidak diverifikasi langsung, melainkan hanya berdasarkan analisis data sekunder. Hal serupa dilakukan oleh SD (Suldiarta), yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial PT Bank Jateng.

Di luar ketujuh pejabat bank tersebut, Kejagung juga menetapkan satu tersangka baru dalam perkara ini, yakni AMS (Allan Moran Severino), yang menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Sritex selama hampir dua dekade, dari 2006 hingga 2023. (Ant/E-4)

Read Entire Article