
Minum kopi sudah menjadi rutinitas harian bagi banyak orang. Kopi dinilai dapat membantu meningkatkan fokus dan mengusir kantuk, terutama saat bekerja. Bagi sebagian orang, hari terasa belum lengkap kalau belum menyeruput secangkir kopi.
Meski nikmat, cara kita menikmati kopi bisa berdampak pada kesehatan, terutama jika dilakukan secara rutin tanpa disadari. Beberapa kebiasaan saat minum kopi yang terlihat sepele ternyata bisa memberi efek yang kurang baik pada tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dalam menikmati kopi agar tetap aman dan memberi manfaat. Mengutip Health, berikut tiga kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat minum kopi.
Minum Kopi Terlalu Sore Hari atau Larut Malam

Menurut laporan ilmiah dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) Bookshelf, minum kopi terlalu sore atau larut malam dapat mengganggu kualitas tidur. Dalam tinjauan sistematis yang dipublikasikan, peneliti menyarankan untuk menghindari konsumsi kafein setidaknya 6 jam sebelum waktu tidur.
Langkah tersebut dilakukan agar efek kafein tidak mengganggu proses istirahat secara signifikan. Untuk menjaga kualitas tidur yang lebih baik, ahli gizi bersertifikat Melissa Prest, menyarankan untuk menghentikan konsumsi kafein saat setelah jam 2 siang ataupun sore hari. Jika ingin meminum kopi, maka sebaiknya dialihkan ke kopi tanpa kafein atau decaf.
“Cobalah beralih ke kopi tanpa kafein setelah jam 2 siang atau kapan pun kamu biasanya merasa lesu di sore hari,” jelas Melissa, dikutip dari Health.
Minum Kopi Tanpa Filter

Kopi tanpa filter merupakan kopi yang diseduh tanpa melalui proses penyaringan menggunakan kertas saring atau media penyaring halus lainnya. Contoh kopi pada jenis ini meliputi french press, kopi turki, atau espresso.
Akan tetapi, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, konsumsi kopi tanpa filter secara rutin dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke. Kopi tanpa filter dinilai mengandung senyawa diterpen, terutama kahweol dan cafestol yang diketahui dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Untuk itu, Melissa menyarankan agar membatasi konsumsi kopi tanpa filter. “Jika memungkinkan, pilihlah kopi tetes yang dibuat dengan filter kertas. Simpan kopi tanpa filter untuk akhir pekan atau acara-acara khusus jika kamu sedang mengelola kolesterol,” ungkap Melissa.
Menambahkan Terlalu Banyak Pemanis

Rasa pahit pada kopi sering membuat banyak orang untuk menambahkan pemanis. Namun, sebaiknya batasi jumlahnya agar tidak berlebihan. Studi yang dimuat dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases menyebutkan bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga meningkatkan risiko obesitas.
Kalau ingin menambahkan rasa manis, pilihlah pemanis alami dalam jumlah kecil, seperti madu mentah, sirup kurma, stevia, atau sirup maple murni.
Dari ketiga kebiasaan tersebut, adakah yang masih sering kamu lakukan? Mulai sekarang, coba perbaiki cara mengonsumsi kopi agar manfaatnya lebih maksimal dan tubuh tetap terjaga.
Reporter Salsha Okta Fairuz