Jelang Hari Anak Nasional, Kekerasan Pada Anak Masih Jadi Tantangan

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Jelang Hari Anak Nasional, Kekerasan Pada Anak Masih Jadi Tantangan (Dari kiri ke kanan) Sekretaris KemenPPPA Titi Eko Rahayu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, dan Wamen PPPA Veronica Tan dalam konferensi pers Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (16/7/2025).(ANTARA)

MENJELANG Hari Anak Nasional yang akan berlangsung pada pekan depan, tindak kekerasan pada anak sampai saat ini dapat dikatakan masih marak terjadi. 

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, memaparkan, berdasarkan hasil survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja 2024, kekerasan kepada anak baik fisik, digital, hingga seksual masih menjadi masalah yang harus ditangani. 

“Kekerasan fisik itu 18 dari 100 anak laki-laki dan perempuan yang mengalami ini sepanjang hidupnya. Paling besar itu ditampar, didorong, dijambak, diseret, ditendang, dicambuk, dipukul, dan sebagainya. Itu paling banyak 19% anak laki-laki mengalami hal itu dan untuk anak perempuan 14%. Jadi laki-laki dan perempuan fenomenanya hampir sama. Kemudian sisanya dicekik, dihajar dan sebagainya,” ungkapnya dalam acara Konferensi Pers Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025, Rabu (16/7). 

Ketika dilihat lanjut tentang siapa yang melakukan kekerasan fisik ini, paling banyak pelaku kekerasan fisik yang melakukannya adalah teman sebaya dan orangtua. 

“Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa rumah tidak selalu menjadi tempat aman untuk anak, karena itu penting sekali kita meningkatkan kapasitas orangtua dalam pengasuhan,” ujar Pribudiarta. 

Selain itu, kekerasan anak di ranah digital atau cyber bullying juga dikatakan cukup tinggi. Sebanyak 14,4% anak laki-laki dan 13,7% anak perempuan menyatakan pernah mengalami hal ini sepanjang hidupnya. 

Bentuk cyber bullying ini sendiri 10,8% anak laki-laki dan 9,6% anak perempuan menyatakan mereka dikirimi pesan suara, gambar dan tulisan yang merendahkan, mengolok-olok atau mempermalukan melalui media sosial atau komunikasi elektronik seperti WhatsApp, Instagram, TikTok dan lainnya. 

KEKERASAN SEKSUAL
Sementara itu, kekerasan ekstrem yakni kekerasan seksual jumlahnya juga cukup besar atau 9 dari 100 anak laki-laki maupun anak perempuan telah mengalami bentuk kekerasan seksual dalam hidupnya. 

“Biasanya mereka dipaksa melakukan kegiatan seksual, dipaksa terlibat dalam kegiatan foto atau video seksual, diminta mengirim teks gambar atau foto. Paling banyak itu dipaksa menyaksikan atau hampir 3,64% untuk anak laki-laki dan 2,54% untuk anak perempuan,” tegasnya. 

“Strategi mencegahnya, pelaku kekerasan itu paling tinggi adalah pasangan atau pacar, kemudian keluarga. Ternyata memang orang terdekat yang seharusnya mereka mengasuh anak. Kemudian dengan bentuk kekerasan yang tinggi, akses layanan pada anak usia 13-17 tahun hanya 0,52% pada anak laki-laki dan 4,35% pada anak perempuan yang mengakses layanan,” pungkas Pribudiarta. (H-1)

Read Entire Article