
STOK darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat, semakin menipis. Kondisi itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat.
Kepala Seksi Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) UTD PMI Kota Sukabumi, Taopik Hidayat, menjelaskan setiap bulan kebutuhan darah kisaran 1.500-2 ribu labu. Hingga saat ini sudah terpenuhi sekitar 800 labu darah.
"Masih cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan darah," kata Taopik, Kamis (17/7).
PMI Kota Sukabumi mengimbau masyarakat mendonorkan darah akibat kondisi tersebut. Terlebih, permintaan kebutuhan masyarakat cukup banyak.
"Ketersediaan labu darah belum cukup ideal sehingga dikhawatirkan tidak bisa memenuhi permintaan," ungkapnya.
Solusi sementara mengatasi permasalahan itu, PMI mengimbau masyarakat yang membutuhkan tranfusi darah mengajak keluarganya sebagai pendonor. Solusi lainnya, menjalin koordinasi PMI dengan daerah lain untuk penyediaan kantong darah.
"Serta memperluas upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah," terangnya.
Taopik meminta elemen atau komunitas juga bisa mengatensi terhadap kondisi tersebut. Sebab, dari komunitas tersebut bisa mendapatkan stok darah cukup banyak.
"Kami mengharapkan kepada warga Kota Sukabumi bisa menyelenggarakan kegiatan donor darah atau mendonorkan darah, terutama para komunitas," pungkasnya. (H-1)